Profil Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris: Bertransformasi dalam Kelestarian Nilai

Profil Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris: Bertransformasi dalam Kelestarian Nilai

Majelis Wali Amanat UI menggelar presentasi tujuh besar calon rektor UI periode 2019-2014, pada Kamis, 19 September 2019. Debat ini dilaksanakan di Kampus UI Salemba, Gedung pascasarjana.

Salah satu dari ketujuh calon rektor tersebut merupakan Dekan FMIPA UI yang masih menjabat hingga sekarang, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris. Beliau lahir di Pemalang pada 21 September 1970 dari keluarga petani yang membetuknya menjadi pribadi yang disiplin dan bekerja keras.

Abd Haris mendapatkan gelar sarjana dan magisternya dari FMIPA UI dari Departemen Fisika, kemudian melanjutkan pendidikan doktornya di Kiel Univeristy dalam bidang Geofisika, hingga saat ini menggapai tingkat tertinggi dalam bidang akademik yakni menjadi seorang Guru Besar.

Selama menjadi Dekan di FMIPA UI, beliau membawa banyak perubahan yang ditandai dengan bertambahnya fasilitas kesejahteraan.Dua gedung laboratorium Riset Multidisiplin Pertamina-FMIPA UI juga berhasil didirikan dan hibah sebesar tujuh milyar dari Sinar Mas Group juga didapatkannya untuk utilisasi gedung tersebut.

Selain itu, kerja sama antara beberapa perusahan seperti Schlumberger juga telah diperoleh. Dalam bidang riset, Prof. Abd Haris juga berhasil membuat FMIPA sebagai penghasil publikasi terbesar kedua di UI dengan dampak positif meningkatnya Guru Besar hingga 117 persen.

Di luar Universitas Indonesia, Prof. Abd Haris juga tercatat aktif tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), dan terdaftar sebagai vice president. Dalam pemilihan Rektor UI periode 2019-2014, Prof. Abd Haris memiliki visi “Mengembangkan dan mentransformasi Universitas Indonesia menjadi universitas unggulan di tingkat global dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Universitas Indonesia” dengan program-program yang dijabarkan melalui HARIS for UI, yaitu  Human Capital,  Acceleration, Reform, Integration, dan Sustainability.

Prof. Abd Haris mengatakan bahwa Universitas Indonesia memiliki peran yang sangat besar karena Universitas Indonesia adalah universitas terbaik di Indonesia dan menjadi Guru Bangsa. Dalam programnya, beliau mengatakanakan menjadikan UI sebagai universitas yang mandiri dan otonom serta mampu menyelesaikan berbagai masalah.

UI juga diharapkan akan bisa menjadi agen reformasi dan riset serta harus adaptif dan tanggap karena dunia yang semakin maju ini. Beliau juga membahas program untuk menjadikan UI menjadi Universitas yang unggulan dan harus menjadikan serta menghasilkan lulusan-lulusan yang unggulan untuk bisa menghadapi berbagai masalah bangsa.